Meraih Keutamaan Berkurban
Hari berkurban telah menanti pada hitungan bulan, bahkan tanggal, beberapa hari lagi, tidak sampai sebulan. Umat islam terus mengharapkan usianya bisa merasakan kebahagiaan dihari dua hari raya itu ( idul fitri dan idul adha), yang sangat mereka menantikan kedatangan hari kebahagian dan kemenangan umat islam.
Hari dimana seluruh umat islam berkumpul bersama merayakan kebahagiaan dan ibadah, puasa bersama, shalat hari raya bersama, menyembelih hewan kurban bersama, sampai menikmati berbagai hidangan daging kurban bersama. Mereka biasanya menikmati kebahagiaan itu bersama keluarganya, tetangganya, sahabat-sahabatnya, tak lupa juga membagi kebahagiaan dan memberikan haknya kepada fakir dan miskin disekitar mereka, bahkan tak jarang mereka juga menghadiahkan daging kurban itu kepada orang – orang disekitar mereka.
Kebahagiaan itu akan terasa nikmat, apabila disertai dengan pemahaman ilmu yang benar dan tentunya petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sebagaimana umat islam telah mengetahuinya bahwa kita Disunnahkannya untuk bisa berkurban karena memiliki keutamaan yang agung, sebagaimana sabda Rasulullah Shallahu Alaihi wa sallam :
مَاعَمَلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِعَمَلَا أحَبُّ إِلَى اللّهِ مِنْ إِرَاقَةِ دَمٍ، وَإِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَأَظْلاَ فِهَا وَأشْحَارِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَحُ مِنَ اللّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَحَ عَلَي الْأَ رْضِ، فَطِيْبُوْا بِهَا نفْسًا.
“Tidaklah seorang manusia berbuat suatu amal pada hari Nahar yang lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah (hewan kurban). Sesungguhnya (hewan kurban) itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darah (hewan kurban) itu pasti menempati (suatu tempat) di sisi Allah Ajja Wa Jalla (dengan ridha-Nya, lalu diterima) sebelum darahnya jatuh ke atas tanah, maka hendaklah dirimu merelakannya dengan baik.
Pernah ditanyakan oleh para sahabat kepada Nabi ﷺ :
مَا هَذِهِ الْأضَا حِيُّ ؟ قَالَ : سُنَّةُ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ، قَالُوْا : مَالَنَ مِنْهَا ؟ قَالَ : بِكُلِّ شَحَرَةٍ حَسَنَةٌ، قَالُوْا : فَالصُّوْفُ ؟ قَالَ : بِكُلِّ شَحَرَةٍ مِنَ الصُّوْفِ حَسَنَةٌ .
“Apakah (kedudukan) penyembelihan hewan kurban ini ?” Beliau menjawab, “Itu adalah sunnah bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Apa yang kita peroleh darinya ?” Beliau menjawab, “ (Kita memperoleh) kebaikan pada setiap helai bulu wolnya.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan bulu wolnya ?” Beliau menjawab, “Setiap bulu wolnya dibalas dengan satu kebaikan.”
والله عالم بشواب...
Hanyalah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lebih mengetahui kebenarannya…
Referensi :
- Al-Qur’an Al-Karim
- Hadits Ibnu Majah, no.3126 dan at-Tirmidzi, no.1493, dihasankannya walaupun dianggap gharib.
- Diriwayatkan oleh Ibnu Majah 3127; dan at-Tirmidzi, hadits hasan.
- Minhajul Muslim. Konsep hidup ideal dalam islam. Syekh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan kata-kata dan kalimat terbaik, tidak diperkenankan nyepam