Petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam Menjaga Kesehatan

 

Sangat penting bagi kita semua belajar mempelajari dan memahami akan kestabilan tubuh agar dapat menjaga kesehatan dan kebugaran untuk berupaya tetap mengkondisikan tubuh kita senantiasa sehat sebagaimana yang diharapkan oleh semua orang.  

Sebagaimana kita mengetahui bahwa dalam tubuh kita ini diantaranya memiliki unsur kelembaban yang dapat menandingi suhu panas yang ada di dalam tubuh. Unsur ini adalah salah satu dasar kita berupaya menjadikannya agar dapat seimbang antara dua suhu yang saling bertentangan yaitu panas dan dingin.

Suhu panas yang ada di dalam tubuh setiap manusia memiliki peranan penting untuk memberi nuansa mematangkan materi dan mengusir berbagai sisa – sisa metabolisme yang tidak berguna dalam tubuh, kemudian suhu tersebut memperbaiki dan menstabilkannya agar sesuai suhu tubuh normal. Namun pada kenyataannya jika suhu tersebut tidak berhasil menjadikannya suhu normal bagi tubuh, maka justru akan merusak badan beserta organ yang ada di dalam tubuh manusia sehingga kita merasakan kesulitan untuk dapat berdiri tegak dan berjalan.  

 

Adapun Dalil dari Firman Allah Subhamahu Wa Ta’ala adalah sebagai berikut :

وَكُلُ ا وَاشْرَبُوْا وَلاَ تُسْرِفُوْا

 “Makan dan minumlah akan tetapi jangan berlebih – lebihan.” (QS. Al-A’rof. 6 : 31)

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah membimbing para hamba-Nya untuk dapat menjaga dan mengontrol jumlah makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuhnya agar keadaannya seimbang supaya dapat merasakan suatu keadaan yang prima dan sehat.

Tubuh manusia akan mengalami kekurangan vitamin, nutrisi, dan zat – zat yang bermanfaat dalam tubuhnya saat mereka melakukan berbagai aktifitas dan kinerja yang berlebihan dan tentunya melebihi dari kapasitas tenaganya. Proses pembakaran dan kontaminasi dalam tubuhnya akan mengalami penurunan akibat kinerja yang berat dan ritme yang terus menerus dapat mengganggu kesehatannya sehingga tak lama kemudian mereka merasakan kelelahan dan akhirnya mengalami keadaan sakit.

Sementara kelembaban merupakan materi dasar untuk membantu suhu panas, menyuntik gizi dan memberi daya tahan tubuh, seandainya suatu keadaan dalam tubuh manusia mengalami ketidak seimbangan atau mendominasi satu diantara dua suhu tersebut, pasti seseorang akan merasakan ketidakberesan dalam organ tubuh manusia. Suhu panas selamanya akan menkontamianasi unsur dingin yang ada didalam tubuh seseorang, sehingga tubuhnya akan membutuhkan pengganti dari zat – zat yang hilang setelah tubuh mengalami proses pembakaran untuk tubuhnya tetap prima, yaitu melalui konsumsi makanan dan minuman yang seseorang makan untuk proses kinerja di dalam organ tubuhnya.

Menjaga kesehatan tubuh haruslah secara menyeluruh dan perlu kita belajar memahami keadaan itu kapan tubuh beraktifitas berlebih karena berbagai kegiatan yang kita lakukan, semakin sering tubuh kita mengalami proses perubahan dan pembakaran, maka unsur panas dalam tubuh kita juga akan semakin melemah, proses metabolisme juga melemah, sampai pada akhirnya dapat melenyapkan unsur dingin dan di sisi lain dapat memadamkan panas tubuh secara total. Pada saat itulah seorang hamba ditetapkan ajal kematiannya oleh Allah sesuai dengan takdirnya yang berlaku padanya.

Maka marilah kita semuanya menjaga kesehatan melakukan aktifitas ibadah, makan dan minum secukupnya dan kegiatan yang kita lakukan tidak melebihi dari batas tenaga kita, untuk berusaha menjaga kesehatan, mengontrol emosi, jiwa, hati, menjadikan makanan dan minuman sebagai obat yang baik, bukan melebihi dari kapsitasnya yang berlebihan.

Karena kesehatan adalah kenikmatan Allah yang terbesar bagi para hamba-Nya, karunia Allah yang paling berharga, pemberian Allah yang tak ternilai, bahkan kenikmatan akan kesehatan dan keselamatan secara mutlak menjadi nikmat yang paling besar dari seluruh nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya. Orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah niscaya mereka akan berusaha untuk menjaganya dan memeliharanya dari segala hal – hal yang mengganggunya. 

Mari sejenak kita renungkan dalil – dalil dibawah ini : 
Dalam Sunan Tirmidzi dan lainnya secara marfu’, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ مُحَافًي فِيْ جَسَدِهِ، آمِنًا فِيْ سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمٍ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang bangun pada pagi hari dalam keadaan sehat wal afiat tubuhnya, cukup sandang pangan pada hari itu, tak ubahnya ia mendapatkan seluruh dunia ini.” 
 

والله عالم بشواب...

Hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lebih mengetahui kebenarannya…

Referensi : 

  • Mukhtashor Zadul Ma’ad. Bekal perjalanan menuju akhirat. 
  • Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah. Ath-Thibb An-Nabawi, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meraih Keutamaan Berkurban

Pentingnya Aqidah Pengobatan

Al-Qur'an bukan hanya sebatas obat, tetapi memuliakan pembacanya ke Surga