Kesembuhan Ada Pada Hati yang Sehat
Hati merupakan sumber keyakinan yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu akan ketaatan untuk melakukan ibadah sebagai pengabdiannya yang menjadikan tubuh seseorang mengalami perintah untuk berbuat baik dan menjalankan perintah sesuai tuntutan sang pemilik jasad dan ruhnya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Salah satu sebab seseorang akhirnya mengalami suatu penyakit, dapat juga disebabkan karena didalam hatinya yang menuruti sebab hawa nafsu untuk berbuat dan berucap menyalahi larangan yang seharusnya seseorang itu tidak melakukan sebab perbuatan dosa itu.
Hati diciptakan untuk dapat mengenal penciptanya, rasa cinta dan tauhid atas keyakinannya harus benar tertuju kepada Allah, merasa ridha kepada-Nya, bertawakkal, memberikan kasih dan benci untuk kemulian-Nya, serta berdzikir dan terus melantunkan tasbih, takbir, dan tahmid kepada-Nya. Menjadikan bahwasanya Allah sebagai yang paling dicintai dari segala sesuatu yang dimilikinya, lebih agung dalam hatinya dari segala sesuatu, bahkan merasa tidak ada nikmat kalau tidak bersyukur kepadanya, dan semua kelezatan nikmat kehidupannya hanya berasal dari pertolongan-Nya.
Adapun diantara penyakit yang parah untuk di obati adalah penyakit hati yang meyakini kesyirikan, melakukan dosa, dan bersikap meremehkan kecintaan dan keridhaan sang penciptanya yaitu Allah Ta’ala. Mereka enggan bertawakkal kepadanya serta melupakan untuk bersandar kepada-Nya, lebih cenderung bersandar selain-Nya, mereka kecewa terhadap takdir dan tidak merasa ridho atas segala ketentuan yang telah ditetapkan kepadanya, serta merasa ragu atas janji dan ancaman-Nya.
Tauhid bisa membuka pintu kebaikan setiap hamba untuk melakukan kebajikan, merasakan kegembiraan, kelezatan, dan rasa suka pada diri setiap hamba. Taubat dapat menguras segala bentuk materi jahat yang menjadikan seseorang itu mengalami penyakit, dengan mendekat dan membersihkan hati akan ibadah hanya kepada-Nya, serta mengiringi hatinya untuk terus beristigfar dan memuja-Nya, maka sejatinya akan mengantarkan keindahan hati dan meraih pintu kesembuhan.
Kalangan ahli medis klasik sering menyatakan :
مَنْ أَرَادَ عَافِيَةَ الْجِسْمِ، فَلْيُقَلِّلْ مِنَ الطَّحَامِ وَالشَّرَابِ وَمَنْ أَرَدَعَافِيَةَ الْقَلْبِ، فَلْيَتْرُكِ الْآثَامَ.
“Siapapun yang ingin bertubuh sehat, hendaknya makan dan minum sedikit saja. Siapa yang ingin berhati sehat, hendaknya ia meninggalkan dosa – dosa.”
Tsabit bin Qurrah menandaskan :
رَاحَةُ الْجِسْمِ فِيْ قِلَّةِ الطَّحَامِ، وَرَاحَةُ الرُّوحِ فِيْ قِلَّةِ الْآثَامِ، وَرَاحَةُ اللِّسَانِ فِيْ قِلَّةِ الْكَلاَمِ.
“Tubuh akan merasakan nyaman dengan sedikit makanan. Jiwa akan menjadi tentram dengan sedikit berbuat dosa. Sementara lidah akan merasa enak bila sedikit bicara.”
Dosa itu ibarat racun bagi hati, kalaupun tidak sampai membunuhnya, paling tidak melemahkannya, dan keadaan itu sangat dapat dipastikan. Dan jika pada stamina hati sudah merasakan lemah, maka sesungguhnya ia tidak mampu untuk menolak penyakit.
Sang dokter jiwa terkemuka islam Abdullah bin Mubarak menyatakan :
رَأَيْتُ الدُّنُوْبَ تُمِيْتُ الْقُلُبَ ... وَقَدْ يُرِثُ الذُّلَّ إِدْمَانُهَا
وَتَرْكُ الذُّنُوْبِ حَيَاةُ الْقُلُوبِ ... وَخَيْرٌ لِنَفْسِكَ عِصْيَا نُهَا
“Kulihat dosa itu mematikan jiwa, kecanduan dosa akan menjadikan pelakunya menjadi hina.
Meninggalkan dosa berarti menghidupkan hati pelakunya, maka yang terbaik bagimu adalah menyalahi hawa nafsumu.”
والله عالم بشواب...
Hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lebih mengetahui kebenarannya…
Referensi :
- Mukhtashor Zadul Ma’ad. Bekal perjalanan menuju akhirat. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah.
- Ath-Thibb An-Nabawi, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan kata-kata dan kalimat terbaik, tidak diperkenankan nyepam